CARA PANDANG YANG BENAR TENTANG DUNIA

img
Cara pandang yang benar tentang dunia
Oleh : Fahmi Irhamsyah

Seorang Ibu tiba-tiba bersedih dan menelepon wali kelas putrinya, ia bertanya tentang dimana tempat membeli Iphone 6 dan berapa harganya. Sang wali kelas anak tersebut bertanya “memang kenapa Ummi bertanya itu kepada saya?”. Sang Ibu menjelaskan bahwa salah satu teman putrinya di Asrama baru saja diberikan hadiah berupa Iphone 6 oleh ayahnya.

Putrinya yang “iri” terhadap kebahagiaan kawannya tiba-tiba menelepon Ibunya dan mengancam akan mogok belajar bila tidak dibelikan Iphone 6 sebagaimana kawannya. yang menjadi masalah adalah saat sang putri menelepon orang tua sedang tidak memiliki cukup uang. Maka dihadapan orang tua kini ada dua masalah ; putrinya yang mengancam tidak mau belajar (mogok), dan keadaan keuangan yang sedang tidak baik untuk membeli Iphone 6.

Wali kelas yang soleha ini lalu memanggil putri yang dimaksud. Setelah dipanggil dan dilakukan observasi ternyata sejak kecil memang semua keinginan Sang Putri selalu dituruti oleh kedua orang tua. Bahkan kerap kali atas nama gengsi orang tua sering berkata “Sudah gak usah nangis, besok kita beli yang lebih bagus” hal ini membuat si anak menjadi orang yang tidak bisa “dikalahkan” oleh kawannya. Tiap kali kawannya memiliki mainan atau sesuatu yang baru maka dengan sangat cepat si anak merengek untuk minta dibelikan barang yang sama atau lebih bagus dengan sedikit bumbu ancaman pada orang tua.

Apa yang dilakukan oleh sang wali kelas? Wali kelas menyentuh nurani anak lalu kemudian menghubungi orang tua si anak agar sedikit mengubah pola pendidikannya. Di sentuh keimanan putri dan kedua orang tuanya. Wali kelas berupaya menyentuh fitrah keimanan putri dan orang tua dengan mengutip hadist nabi  tentang cara pandang terhadap dunia sebagaimana termaktub dalam kitab Bulugul Maram bab Adab hadist ke-dua. Nabi berkata :

Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah bersabda, “Lihatlah kepada yang di bawah kalian dan janganlah kalian melihat yang di atas kalian, sesungguhnya hal ini akan menjadikan kalian tidak merendahkan nikmat Allah yang Allah berikan kepada kalian.”(HR Muslim No. 2963)

Wali kelas mensugesti orang tua dan si putri untuk coba selalu melihat ke bawah pada urusan dunia sehingga senantiasa bersyukur, sebaliknya dalam urusan akhirat untuk senantiasa meilhat kepada orang-orang yang lebih soleh.

Ini salah satu kisah nyata curhatan seorang wali kelas yang baru terungkap setelah santri yang bersangkutan lulus. Subhanallah, apa yang kita tanam itulah yang akan kita petik ! Ayah bunda sekalian, semoga kisah ini mampu menjadi renungan untuk kita bersama. Dan kisah nyata tentang tausiyah dan kecerdasan wali kelas yang begitu pas mengutip kalimat sang nabi semestinya juga menjadi bahan pemikiran kita bahwa dalam memandang dunia harusnya kita meghadap ke bawah, sedangkan untuk urusan akhirat harusnya menghadap ke atas. Alhamdulillah kini santri yang dimaksud telah meraih sukses di sebuah PTN Ternama.



SOCIAL SHARE :

watawa saubil haq, watawa saubil marhamah

img

Pondok Pesantren Putri - IGBS Darul Marhamah

watawa saubil haq, watawa saubil marhamah

img

Pondok Pesantren Putri - IGBS Darul Marhamah

watawa saubil haq, watawa saubil marhamah

img

Pondok Pesantren Putri - IGBS Darul Marhamah